Apa Itu FOMO (Fear Of Missing Out)

Apa itu fomo

Fear Of Missing Out (FOMO) adalah istilah yang menggambarkan rasa takut, khawatir,dan tidak inginnya seseorang untuk tertinggal dari orang-orang di sekitar atau trend yang sedang berlangsung saat ini.

Awalnya Istilah FOMO ini cuma digunakan sebagai bahasa gaul di media sosial, tapi seiring berkembangnya petai rasanya FOMO menjadi semakin intens dan sering nongol.

Orang yang mengalaminya kerap merasa takut di cap ketinggalan zaman, udik dan nggak gaul. Nggak cuma itu, penderita FOMO beranggapan kalau orang lain hidupnya kok senang-senang aja ga ada getir-getirnya.

Kondisi tersebut paling sering di alamin sama kaum milenial, terutama yang aktif di medsos. Sejatinya, media sosial sangat bermanfaat untuk menjalin komunikasi dan sebagai sumber berita, tapi media sosial bak dua mata koin yang sekaligus ngasih dampak buruk bagi para penggunannya.

Banyak banget orang yang berlomba-lomba buat jadi yang paling update seputar informasi atau nunjukin kesenangannya di media sosial, bahkan sampai pamer banda. Hal yang kayak gitu bikin sebagian orang jadi iri sekaligus ngerasa kalau dirinya rendah banget karena nggak punya apa-apa untuk di tunjukin. Dengan kata lain FOMO sangat relate sama perasaan seseorang untuk selalu terlibat dalam segala momen yang sedang ngetrend.

FOMO dapat terjadi dalam berbagai hal, kayak misal:

  • Ketinggalan berita
  • Pengalaman menarik
  • Pencapaian orang
  • Takut dilupakan dan di omongin

FOMO juga dapat mempengaruhi fokus dan tingkat kepuasan hidup seseorang. Seperti halnya mereka membuat standar bahkan goals atas dasar orang lain.

Cara menghindari FOMO

1. Batasi waktu di sosial media

Menghindari FOMO bukan berarti kalian nggak pakai media sosial sama sekali. Cukup dibatasi aja.

Tetapkan batasan waktu dalam memakai media sosial. Dalam usaha tersebut carilah kesibukan yang lain, sehingga kalian nggak merasa kehilangan seperti firman.

2. Bersyukur

Media sosial dapat ngebuat seseorang mengalami FOMO karena banyak ketidakadilan yang bakal kalian temui, cenderung membanding-bandingkan hidup.

Rasa syukur adalah koenji yang bisa ngebantu kalian buat ningkatin kepuasaan pada hidup kalian. Setiap kali kalian ngerasa iri sama hidup orang lain, alihkan fokus antum pada aspek yang lebih positif, atau kalian juga bisa tengok orang-orang yang bahkan kualitas hidupnya jauhhh dibawah kalian, sehingga rasa syukur bisa terinstall otomatis pada diri kalian.

3. Menyaring konten yang tidak ingin kalian lihat

Coba kau bayangkan, coba kau pikirkan, kira-kira hal apa yang sekiranya dapat memicu perasaan FOMO? Ke-moody-an, singkirkanlah hal tersebut dari linimasa media sosial kalian sejauh mungkin, untuk melupakan oh-oh.

Umpetin, blokir, atau unfollow orang-orang yang menurut ngana mengganggu atau kayak “banyak bat aksinya ni binturong” yang sering banget nyombongin diri. Sebagai ganti rugi, penuhi linimasa sosmed antum dengan orang-orang yang positif dan konten-konten yang menghibur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.